Keadilan, Cita - Cita, Pandangan Hidup

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Pada kesempatan kali ini, saya akan bahas 3 tema, yaitu tentang ; Keadilan, Cita -cita dan Pandangan hidup untuk menyelesaikan tugas Ilmu Budaya Dasar dari ibu Nur Afifah Putri.


1. Keadilan
Sebagian besar dari kita sepertinya sudah mengetahui apa itu keadilan. Tapi saya akan coba mendefinisikannya, menurut saya keadilan itu adalah disaat semua pihak merasa senang & cukup, tidak ada salah satu pihak yang diuntungkan atau dirugikan. Lalu bagaimana keadaan negara kita yang tercinta ini? Apakah sudah menerapkan keadilan secara penuh dan merata atau belum? Menurut saya Indonesia pada dasarnya telah menjunjung tinggi keadilan, tetapi dalam penerapannya belum. Oiya pernahkah anda mendengar kata - kata  "Keadilan itu hanya untuk orang yang berduit" ? Cukup sedih bila mendengar pernyataan seperti itu.



Banyak faktor yang menyebebabkan orang berkata seperti itu. Saya akan memberikan beberapa contoh kasus ketidak adilan hukum di negeri ini, mari simak kasusnya dibawah ini.


  • Mencuri sebuah semangka, dipenjara 2 bulan 10 hari

Dua orang pria, Basar Suyanto dan Kholil, dijatuhi hukuman 2 bulan lebih 10 hari penjara di Pengadilan Negeri (PN) Kediri, Jawa Timur (Jatim), pada tahun 2009 lalu karena terbukti telah mencuri sebuah semangka. Karena vonis yang dijatuhkan PN Kediri tidak berperikemanusiaan, sejumlah perwakilan mahasiswa melakukan protes dan memberikan dukungan kepada kedua terdakwa. Dalam sidang banding, kedua pria tersebut akhirnya dihukum penjara selama 15 hari.


  • Penjual petasan dihukum 5 bulan penjara

Seorang nenek 80 tahun, Meri, asal Tegal, Jawa Tengah (Jateng) harus berurusan dengan hukum karena tertangkap menjual petasan di rumahnya sendiri. Nek Meri tidak mengetahui bahwa menjual petasan dilarang, karena sejak jaman Presiden Soekarno, ia telah sudah menjualnya dan baru kali ini terjerat hukum. Saat persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, jaksa menuntut Nek Meri dengan hukuman 5 bulan penjara dan 10 bulan masa percobaan. Namun akhirnya hakim menjatuhi hukuman penjara selama 3 bulan dengan masa percobaan 6 bulan.

  • Dituduh mencuri 7 Kayu Jati Ukuran 15 cm, dituntut 5 tahun

Kasus Nek Asyani yang diduga mencuri 7 batang kayu jati milik Perum Perhutani sempat menjadi perhatian nasional. Menurut wanita tua dari Situbondo, Jawa Timur tersebut, kayu jati itu dulunya ditebang oleh almarhum suaminya dari lahan mereka sendiri yang kini telah dijual. Namun, pihak Perhutani tetap mengatakan bahwa kayu jati itu berasal dari lahan milik mereka dan bersikeras memperkarakan ulah Nenek Asyani itu. Dikarenakan hal ini, sejak bulan Juli–Desember 2015, Nenek Asyani mendekam di dalam penjara untuk menunggu proses persidangan. Pihak pengadilan memberikan ancaman maksimal 5 tahun penjara.
Bandingkan dengan kasus dibawah ini


  • Koruptor 10 Milyar dihukum 5 tahun penjara

Jero didakwa menyelewengkan Dana Operasional Menteri (DOM) saat menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata tahun anggaran 2008-2011 untuk pribadi sebesar Rp8.408.617.148 dari jumlah kerugian keuangan negara seluruhnya Rp10.597.611.831. Jero juga didakwa melakukan pemerasan di lingkungan Kementerian ESDM untuk menunjang kepentingan pribadinya dengan total Rp10.381.943.075. Terakhir, Jero didakwa menerima gratifikasi pembayaran biaya pesta ulang tahun dirinya sebesar Rp349.065.174. Dalam kategorisasi Indonesia Corruption Watch (ICW), hukuman terhadap Jero termasuk ringan. Dalam laporan catatan pemantauan perkara korupsi yang divonis oleh pengadilan selama tahun 2015 berjudul Vonis Koruptor Semakin Ringan, ICW membagi putusan menjadi lima, yaitu bebas, ringan (1-4 tahun), sedang (4-10 tahun), berat (lebih dari 10 tahun) dan tak terindentifikasi. ICW melakukan pemantauan terhadap 524 perkara di tingkat pertama, banding, kasasi, maupun peninjauan kembali (PK) pada 2015. Hasilnya, 71,1 persen terdakwa korupsi mendapat hukuman kategori ringan.

Bagaimana tanggapan kalian? Miris bukan? Dimana letak keadilan di Indonesia sebenarnya ? Menurut pendapat saya seharusnya pemerinta lebih tegas menegakkan keadilan. Mulai dari koruptor, karena tidak sedikit uang yang telah dicuri oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab seperti koruptor. Dengan uang sebanyak itu kita dapat menyekolahkan anak – anak Indonesia yang terlantar, memperbaiki fasilitas – fasilitas, membantu rakyat yang membutuhkan dan masih banyak lagi yang dapat dilakukan. Marilah kita generasi kita sekarang tegakan keadilan. Sehingga Indonesia dapat lebih baik kedepannya.


2. Cita - Cita


Ingatkah kalian saat masih duduk di bangku SD lalu ditanya oleh guru, "Anak - anak apakah cita - cita kalian?" atau "Anak - anak kalau sudah besar mau jadi apa", lalu kita dan teman - teman menjawab, dokter, polisi, pilot, presiden dll. Menurut saya murid - murid SD hanya menginginkan cita - cita itu tapi belum tau langkah - langkah apa yang akan diambil untuk mewujudkannya. Setelah kita duduk di bangku SMP, wawasan kita sudah mulai terbuka, sudah lumayan banyak tau tentang dunia pekerjaan, nah setelah naik ke SMA / SMK, kita sudah banyak tau tentang pekerjaan dan hal lain untuk masa depan, karena kebetulan saya dari SMK, jadi saya merasakan yang namanya PKL (praktek kerja lapangan), saat PKL sangat banyak pengalaman kerja yang saya dapat dan semoga itu bisa berguna untuk ke depannya, amiiin ya robbal alamiin. 

Saat duduk di bangku SD saya punya cita - cita untuk jadi pilot karena setiap saya pulang kampung ke Makassar saya takjub dengan orang yang bisa mengendarai pesawat hehehe. Lalu ayah saya banyak membelikan miniatur pesawat dan sering bermain game mengendarai pesawat. Saat duduk di bangku SMP saya mulai mencari jati diri saya aseek. Untuk itu saya coba menggali bakat dan minat saya, hal pertama yang saya coba adalah olahraga catur, ayah saya pun mendukung, akhirnya saya di carikan pelatih oleh ayah, alhamdulillah dalam beberapa event, saya sering mendapat juara walaupun tidak pernah juara 1 wkwkwk. Setelah lama berkecimpung di dunia catur lalu saya melihat orang berlatih karate lalu saya minta kepada ayah untuk di daftarkan berlatih karate, akhirnya ayahpun mengiyakan, mulailah saya latihan dan mengikuti beberapa kompetisi dan alhamdulillah saya beberapa kali dapat runner up dan juara 3, lagi - lagi belum pernah juara 1. Lalu saya bilang ke ayah mau coba hobby gitar, dibelikanlah gitar dan saya mulai berlatih, tetapi lagi - lagi saya bosan. Saat kelas 2 SMK saya coba olahraga renang dan lagi - lagi bosan. 

Akhirnya saya berbicara 4 mata dengan ayah, ayah say "Kakak cari 1 hobby yang bener - bener kaka suka, jangan ganti - ganti lagi, biar kamu bisa fokus dan jadi yang terbaik disitu" Akhirnya saya bilang ke ayah akan memikirkan dan mencarinya. Sampai saat ini beberapa hobby yang saya sebut diatas sudah lama tidak saya lakukan (vakum), saya hanya bisa melakukan hobby saya dengan baik tapi belum bisa jadi yang terbaik. Sampai saat ini hobby yang saya suka adalah renang, seringkali saya berenang bersama teman - teman dan belum ada yang bisa berenang lebih cepat daripada saya, mungkin anda mau coba? hehehe. Tapi apabila di turnamen mungkin saya akan jadi beberapa orang yang berada dibelakang :D 

Setelah lulus SMK saya ikut SBM memilih ITB dan UI hahaha, ternyata LUAR BIASA !!! Akhirnya saya berkuliah di Universitas Gunadarma tercinta ini dan mengambil jurusan Teknik Informatika. Cita - cita saya saat ini menjadi tim ahli di kominfo, mohon doanya. Amiiin ya robbal alamiiin. :)


3. Pandangan hidup

Berbicara tentang pandangan hidup, tentu setiap manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda - beda. Pandangan hidup adalah pemahaman seseorang terhadap konsep - konsep pokok yang ada dalam kehidupan.

Pandangan hidup saya yang pertama adalah merasa bahwa dunia hanya sementara dan akhirat tempat yang kekal abadi. Seperti yang ada dalam Alquran Surah Al - An'am Ayat 32

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"

Jadi kita harus mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat yang kekal, yaitu dengan menjalankan perintah-NYA dan menjauhi segala larangan-NYA. Pandangan hidup saya yang kedua adalah ITTAQULLAH, Tidak ada yang perlu ditakuti di dunia ini kecuali ALLAH SWT. Dan pandangan hidup yang terakhir merasa bahwa ALLAH selalu melihat kita. Jadi apapun yang kita kerjakan di dunia ini selalu dilihat oleh ALLAH SWT.

Sekian isi artikel saya, semoga bisa memberi manfaat.

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Komentar